Kadinkes tekankan Jabar fokus cegah lahirnya anak stunting baru

Kadinkes tekankan Jabar fokus cegah lahirnya anak stunting baru

Kadinkes (Kepala Dinas Kesehatan) Jawa Barat, Achmad Purnadi, menekankan pentingnya fokus pada upaya pencegahan lahirnya anak stunting baru di provinsi ini. Stunting merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia, di mana anak mengalami pertumbuhan yang tidak optimal akibat kekurangan gizi yang berlangsung sejak masa kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan.

Menurut data Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Jawa Barat mencapai 25,3%, yang berarti hampir satu dari empat anak mengalami stunting. Hal ini menunjukkan perlunya upaya yang lebih serius dalam mencegah lahirnya anak-anak baru yang mengalami stunting.

Achmad Purnadi menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan, dengan memberikan asupan gizi yang cukup bagi ibu hamil. Selain itu, upaya pencegahan juga perlu dilakukan melalui peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan gizi, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala.

Selain itu, Kadinkes Jawa Barat juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, maupun masyarakat umum, untuk turut serta dalam upaya pencegahan stunting. Kolaborasi antar berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting di Jawa Barat.

Dengan fokus pada pencegahan lahirnya anak stunting baru, diharapkan angka stunting di Jawa Barat dapat terus menurun dan anak-anak dapat tumbuh kembang dengan optimal. Upaya pencegahan ini merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.